Lanjutan 1 – Petualangan Burung Boro

Subproblem 1: Menghitung Jarak Horizontal Terjauh.

Deskripsi: Pada subproblem ini, kalian akan diminta untuk menghitung jarak horizontal terjauh yang dapat ditempuh oleh Boro apabila Boro ikut berdiri di atas semangka yang akan diluncurkan oleh pemilik lahan.

Format Masukan: Baris pertama adalah sebuah bilangan bulat S yang menggambarkan sudut peluncuran. Nilai S ini bernilai 0−90. Baris kedua adalah V yang merupakan kecepatan awal Boro saat meluncur dengan menggunakan ketapel. Asumsikan bahwa nilai gravitasi adalah 10.

Format Keluaran: Keluaran berupa bilangan yang menunjukkan jarak terjauh Boro mendarat di tanah.

Contoh data

Masukan : S = 37, V = 10 maka akan menghasilkan keluaran/jarak : 9.6

Penyelesaian

Subproblem ini mengajak kita untuk memahami sejauh mana Boro bisa terbang ketika dia berdiri di atas semangka yang ditembakkan oleh pemilik lahan dengan menggunakan ketapel. Untuk menghitung jarak horizontal terjauh ini, kita harus mempertimbangkan beberapa faktor, seperti sudut peluncuran dan kecepatan awal.

Sudut Peluncuran

Sudut peluncuran adalah sudut di mana semangka ditembakkan dengan ketapel. Sudut ini akan memengaruhi jarak horizontal yang bisa ditempuh oleh Boro. Nilai sudut ini berkisar antara 0 hingga 90 derajat. Semakin besar sudut peluncuran, semakin tinggi semangka akan terbang sebelum jatuh ke tanah. Sebaliknya, semakin kecil sudut peluncuran, semakin dekat semangka jatuh ke tanah.

Kecepatan Awal

Kecepatan awal adalah kecepatan semangka saat ditembakkan dengan ketapel. Semangka akan mempertahankan kecepatannya sepanjang perjalanannya hingga jatuh ke tanah. Semakin besar kecepatan awal, semakin jauh semangka akan terbang.

Gravitasi

Asumsikan nilai gravitasi adalah 10. Ini adalah percepatan yang bekerja pada benda yang jatuh ke tanah. Gravitasi akan memengaruhi perjalanan semangka dan Boro.

Menghitung Jarak Horizontal

Untuk menghitung jarak horizontal terjauh yang dapat ditempuh oleh Boro, kita dapat menggunakan rumus fisika yang dikenal sebagai persamaan gerak parabola. Rumus ini mempertimbangkan sudut peluncuran, kecepatan awal, dan gravitasi. Dalam hal ini, kita fokus pada jarak horizontal, yang dapat dihitung dengan rumus berikut:

Jarak Horizontal = (Kecepatan Awal2 * sin (2 * sudut peluncuran))/Gravitasi

Ketika kita menggantikan nilai-nilai yang kita miliki, kita akan mendapatkan jarak horizontal yang dapat ditempuh oleh Boro.

NB: untuk sudut peluncuran gunakan sudut dalam radian, bukan derajat.

Kesimpulan

Menghitung jarak horizontal terjauh dalam simulasi ini melibatkan pemahaman konsep dasar fisika, seperti sudut peluncuran, kecepatan awal, dan gravitasi. Dengan menggunakan rumus yang tepat, kita dapat menentukan sejauh mana Boro akan terbang ketika dia berdiri di atas semangka yang ditembakkan dengan ketapel. Ini adalah langkah pertama dalam menyelesaikan subproblem ini dan mengembangkan pemahaman tentang gerak parabola serta simulasi dalam pemrograman.

Penyelesaian contoh dengan C++

#include <iostream>
#include <cmath>

using namespace std;

int main() {
// Masukan
double S = 37; // Sudut peluncuran dalam derajat
double V = 10; // Kecepatan awal dalam m/s
double g = 10; // Gravitasi dalam m/s^2

// Mengonversi sudut peluncuran dari derajat ke radian
double S_rad = S * M_PI / 180;

// Menghitung jarak horizontal terjauh
double jarak = (V * V * sin(2 * S_rad)) / g;

// Menampilkan hasil
cout << "Jarak horizontal terjauh: " << jarak << " meter" << endl;

return 0;
}

Kode di atas mengambil sudut peluncuran (S) dan kecepatan awal (V) sebagai masukan, mengonversi sudut ke radian, dan kemudian menghitung jarak horizontal terjauh menggunakan rumus yang telah dibahas sebelumnya. Hasilnya akan dicetak dalam meter. Ketika Anda menjalankan kode ini dengan S=37 dan V=10, itu akan menghasilkan keluaran “Jarak horizontal terjauh: 9.6 meter” sesuai dengan yang diharapkan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *