Lanjutan 3 – Petualangan Burung Boro

Subproblem 3: Prediksi Ketinggian Dicapai Boro.

Deskripsi: Pada subproblem ini, kalian akan diminta untuk memberikan prediksi apakah Boro dapat mencapai ketinggian lebih tinggi daripada tinggi pohon tempat ia bersarang, apabila Boro ikut berdiri di atas semangka yang akan diluncurkan oleh pemilik lahan.

Format Masukan: Baris pertama adalah sebuah bilangan bulat S yang menggambarkan sudut peluncuran. Nilai S ini bernilai 0−90. Baris kedua adalah V yang merupakan kecepatan awal Boro saat meluncur dengan menggunakan ketapel. Baris ketiga adalah T yang merupakan tinggi pohon tempat Boro Bersarang. Asumsikan bahwa nilai gravitasi adalah 10.

Format Keluaran: Keluaran berupa bilangan yang menunjukkan status ketinggian Boro dibandingkan dengan tinggi pohon tempat sarang Boro. 1 apabila Boro dapat mencapai ketinggian sama dengan tinggi pohon tempat sarangnya berada atau lebih, 0 apabila Boro tidak mampu mencapai ketinggian yang sama dengan pohon tersebut. Serta ketinggian maksimum yang dapat diperoleh oleh Boro saat meluncur dengan menggunakan ketapel.

Contoh data

Masukan : S = 37, V = 100, T=100 maka akan menghasilkan keluaran : Status : 1, Ketinggian : 181.09

Masukan : S = 37, V = 100, T=200 maka akan menghasilkan keluaran : Status : 0, Ketinggian : 181.09

Penyelesaian

Subproblem ini mengajak kita untuk memprediksi apakah Boro akan mencapai ketinggian yang sama atau lebih tinggi daripada tinggi pohon tempat ia bersarang, saat dia berdiri di atas semangka yang ditembakkan dengan ketapel oleh pemilik lahan. Perhitungan ini akan membantu kita memahami apakah Boro akan berhasil kembali ke sarangnya.

Variabel Utama

Dalam subproblem ini, terdapat beberapa variabel utama yang perlu diperhitungkan:

  1. Sudut Peluncuran (S): Sudut ini menggambarkan sudut ketika semangka ditembakkan dengan ketapel. Nilai S berkisar antara 0 hingga 90 derajat.
  2. Kecepatan Awal (V): Kecepatan ini adalah kecepatan semangka saat ditembakkan dengan ketapel.
  3. Tinggi Pohon Tempat Sarang Boro (T): Tinggi pohon tempat Boro bersarang.
  4. Gravitasi (g): Asumsikan gravitasi adalah 10.

Menghitung Ketinggian Maksimum

Untuk memprediksi ketinggian yang dapat dicapai oleh Boro, kita akan menghitung ketinggian maksimum yang dapat dicapai oleh semangka saat ditembakkan. Ketinggian maksimum ini dicapai saat semangka mencapai titik tertinggi dari lintasannya sebelum mulai turun.

Ketinggian maksimum (Hmax) dapat dihitung dengan rumus fisika berikut:

Hmax = (V2 * sin2(S)) / ( 2 * g)

Menghitung Status Ketinggian Boro

Setelah kita memiliki ketinggian maksimum (Hmax), kita dapat membandingkannya dengan tinggi pohon tempat Boro bersarang (T). Ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi:

  1. Jika Hmax lebih besar dari atau sama dengan T, maka Boro dapat mencapai atau melebihi ketinggian pohon tempat sarangnya berada. Dalam hal ini, statusnya adalah 1.
  2. Jika Hmax lebih rendah dari T, maka Boro tidak dapat mencapai ketinggian pohon. Dalam hal ini, statusnya adalah 0.

Kesimpulan

Dalam subproblem ini, kita melakukan perhitungan untuk memprediksi apakah Boro dapat mencapai ketinggian yang sama atau lebih tinggi daripada tinggi pohon tempat ia bersarang. Perhitungan ini didasarkan pada sudut peluncuran, kecepatan awal, tinggi pohon, dan gravitasi. Dengan rumus yang tepat, kita dapat menentukan apakah Boro akan berhasil kembali ke sarangnya atau tidak.

Penyelesaian contoh dengan C++

#include <iostream>
#include <cmath>
#include <iomanip>

using namespace std;

int main() {
// Masukan nilai sudut peluncuran (S), kecepatan awal (V), dan tinggi pohon tempat Boro bersarang (T)
double S, V, T;
S = 37; // Sudut peluncuran
V = 100; // Kecepatan awal
T = 100; // Tinggi pohon

// Asumsikan gravitasi adalah 10
double gravitasi = 10;

// Menghitung ketinggian maksimum (Hmax)
double Hmax = (V * V * sin(2 * S * M_PI / 180)) / (2 * gravitasi);

// Mencetak status dan ketinggian maksimum
if (Hmax >= T) {
cout << "Status: 1, Ketinggian: " << fixed << setprecision(2) << Hmax << endl;
} else {
cout << "Status: 0, Ketinggian: " << fixed << setprecision(2) << Hmax << endl;
}

return 0;
}

Kode ini akan menghitung ketinggian maksimum (Hmax) yang dicapai oleh Boro dan membandingkannya dengan tinggi pohon tempat sarang Boro. Hasilnya akan mencetak status 1 jika Boro dapat mencapai atau melebihi ketinggian pohon, dan status 0 jika sebaliknya.

Hasil prediksi ini akan memberi kita wawasan apakah simulasi yang telah kita lakukan dalam masalah ini berhasil atau tidak. Ini adalah langkah penting dalam memahami konsep gerak parabola dan simulasi dalam pemrograman. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami Subproblem 3 dengan lebih baik.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *